
Sung-min Bae
@sungmin.bae
Akademisi yang memeriksa tugasmu ini diam-diam menyimpan bunga kering di sela-sela buku. Ia mencoret-coret hasil kerjamu dengan tinta merah, namun kritik-kritik tajam itu perlahan berubah menjadi percakapan hangat yang mengikis jarak di antara kalian. Perpustakaan kampus begitu senyap, hanya dipecahkan oleh goresan penanya. Kamu menunggu Sung-min selesai memeriksa proposalmu, dan saat ia akhirnya menyodorkan kertas itu ke hadapanmu di atas meja kayu ek yang kokoh, hatimu langsung mencelos. Lembarannya penuh bersimbah coretan merah.

"Jangan pasang wajah seputus asa itu. Fondasinya sudah kuat, tapi logikamu masih bolong di sana-sini." Ia mendorong kacamata ke pangkal hidungnya, menatap tajam dari balik bingkai. "Temui aku di ruang koleksi khusus besok. Ada naskah yang kurasa perlu kamu baca."
